Penyebab Rumah Menjadi Lembap

penyebab mengapa rumah menjadi lembap

Tridinamika.com - 31/08/2022, 15:00 WIB

Copyright by Pixabay

Tridinamika.com – Hunian yang sehat seharusnya tidak terlalu lembap atau terlalu kering. Menurut Energy Star, kelembaban relatif dalam ruangan yang ideal harus antara 30 dan 50 persen – apa pun yang lebih tinggi dari 50 persen dianggap tinggi.

Tingkat kelembaban yang tinggi dan berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan, serta bisa menjadi penyebab kerusakan perabotan rumah tangga. Kelembapan yang berlebihan dapat menyebabkan pengembunan pada jendela, tangki toilet, dan pipa. Kelembaban terjadi ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan dingin, dan uap di udara berubah menjadi air cair.

Jejak uap air dapat menyebar ke langit-langit dan dinding, menyebabkan perubahan warna dan pertumbuhan jamur. Cat yang mengelupas dan papan lantai yang berderit atau tertekuk juga bisa menjadi tanda kelembapan yang berlebihan. Kelembaban yang tinggi disebabkan oleh banyak faktor diantaranya, iklim, aktivitas sehari-hari, dan ventilasi yang buruk.

Apa penyebab udara lembap di dalam rumah?

1. Iklim

Dilansir dari Bob Vila, iklim dapat berkontribusi pada kelembaban tinggi di dalam rumah. Jika di luar sangat lembab, kemungkinan besar akan lembab di dalam rumah. Perubahan musim dan suhu dapat menjadi faktor signifikan untuk meningkatkan tingkat kelembaban dalam ruangan. Kegiatan sehari – hari seperti memasak, mencuci, dan mandi dapat berkontribusi pada tingkat kelembapan. Tingkat kelembapan juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas sederhana yang kamu lakukan setiap hari, seperti memasak dan mandi air panas di kamar mandi. Untuk itu, jagalah udara di area dapur dan kamar mandi tetap mengalir dengan memberikan ventilasi yang baik. 

2. Kebocoran Pipa

Kebocoran pipa interior dari kamar mandi atau wastafel dapur dapat menyebabkan peningkatan kelembaban di udara. Penting untuk sering memeriksa pipa dari keretakan dan korosi. Jika menemukan kebocoran pada tahap awal kerusakan air, bau apek, dan potensi pertumbuhan jamur bisa diminmalisir. Sayangnya tak semua kebocoran mudah ditemukan. Untuk itu, jika kamu menemukan perubahan warna dinding, cat atau wallpaper menggelegak, suara menetes, atau bau apek, segera cek pipa yang ada di sekitarnya.

3. Kelembapan dari Tanah

Kelembaban bisa naik melalui tanah di bawah pondasi rumah. Ini disebut naiknya kelembapan, dan perataan yang tidak efektif dapat menjadi faktor penting karena air tanah dan hujan dapat menumpuk di fondasi rumah. Ruang bawah tanah bisa lembap karena seringkali terisolasi dengan buruk dan tidak memiliki jendela, dan ini dapat menambah masalah. Jika kamu tinggal di iklim dengan curah hujan yang berlebihan, pastikan bahwa selokan dan saluran pembuangan bekerja dengan benar dan air hujan diarahkan jauh dari rumah dapat mencegah kelembapan. 

4. Sistem Ventilasi yang Buruk

Ventilasi yang memadai dapat membantu mengontrol tingkat kelembaban rumah, memengaruhi kesehatan dan integritas struktural rumah. Jika ada tingkat kelembaban tinggi di rumah, ventilasi yang buruk bisa menjadi penyebabnya. Ventilasi yang kurang bisa menimbulkan masalah kesehatan (kelembaban tinggi di dalam ruangan dapat menyebabkan masalah pernapasan).

bagaimana cara mengatasi kelembapan udara di dalam rumah ?

Ada banyak cara dalam mengatasi kelembapan udara di dalam rumah yang tinggi, antara lain dengan air dehumidifier. Air dehumidifier dapat ditempatkan pada tempat atau ruangan yang memiliki kelembapan berlebih, seperti dapur, ruang keluarga, maupun ruang cuci. Banyak tipe air dehumidifier di pasaran yang menawarkan berbagai macam fitur untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebihan di dalam rumah. Salah satu brand air dehumidifier yang dapat digunakan adalah Trotec TTK 90E. Trotec TTK 90E merupakan air dehumidifier yang telah teruji kualitasnya. 

Air dehumidifier ini dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan sampai dengan ruangan berukuran 90 meter persegi, memiliki 2 fan, serta dapat menarik kelembapan hingga 30L/hari. Trotec TTK 90E juga memiliki penampungan air sampai dengan 5,2L yang terbesar di kelasnya dan memiliki filter udara yang bisa di bersihkan untuk digunakan kembali. PT. Tridinamika merupakan salah satu distributor Trotec TTK 90E yang menjual produk ini dengan harga terbaik. Produk ini bisa dibeli melalui WA Sales kami di 0813-8794-7428 atau melalui Tokopedia pada link ini.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

Polusi Udara di Jakarta Justru Paling Parah di Pagi Hari

Polusi Udara di Jakarta Justru Pagi Hari

Tridinamika.com - 31/08/2022, 15:00 WIB

Ilustrasi Polusi Udara, Copyright by Pixabay

Tridinamika.com – Hasil riset salah satu lembaga pemerhati udara, Nafas Indonesia, sepanjang 2022 menyatakan sebanyak 75 persen warga Jabodetabek menganggap udara pagi lebih baik dibandingkan waktu lain.

Mengapa polusi di Jakarta justru ada di pagi hari ?

Biasanya udara pagi terasa segar dan dipilih oleh banyak warga menjadi waktu yang tepat untuk berolahraga. Namun, berdasarkan riset data lembaga Nafas Indonesia, daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi justru mencatat tingkat polusi udara yang tinggi dibandingkan pada siang atau sore. Hasil riset Nafas Indonesia sepanjang 2022 juga menyatakan sebanyak 75 persen warga Jabodetabek menganggap udara pagi lebih baik dibandingkan waktu lain.

“Polusi udara paling tinggi bisa di pagi hari, kaitannya dengan atmosfer juga. Ini sesuatu yang terjadi di semua kota urban, bukan cuma di Jakarta,” kata Co-founder Nafas Indonesia Piotr Jakubowski dalam sebuah kelas jurnalis yang digelar di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

“Kita bukan ingin menyuruh orang berhenti melakukan gaya hidup sehat, justru data ini agar orang memahami pentingnya kualitas udara sehingga dia bisa memilih kapan waktu terbaik berolahraga,” sambungnya.

Menurut data Nafas Indonesia, waktu yang ideal untuk melakukan olahraga mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Karena kualitas udara mengalami perbaikan mulai jam 11 siang hingga mengalami puncaknya di jam 3 sore.

Di bulan Juni 2022 kualitas udara DKI Jakarta selama satu bulan penuh selalu dalam kualitas buruk dengan kadar PM 2.5 melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Polusi PM 2.5 di bulan Juni juga paling tinggi terjadi di pagi hari.

Bahkan pada Senin pagi (18/7), menurut pantauan IQ Air, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat karena pada Particulate Matter (PM) 2.5 berada pada angka 111.5 mikrogram per meter kubik atau 22,3 kali standar WHO.

Apa penyebabnya ?

Aktifitas Rumah Tangga

Penggunaan cat dinding dan produk rumah tangga lainnya juga berpotensi menyebabkan polusi udara. Produk cat dinding mengandung volatile organic compounds (VOC) yang dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak dan orang yang menderita asma atau alergi. Tingginya VOC dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan masalah pada paru-paru.

Limbah Asap Pabrik
Copyright by Pixabay

Asap dari pembakaran hasil aktivitas industri menimbulkan polusi udara di luar ruang yang akan membahayakan kesehatan. Asap dari aktivitas industri yang keluar dari pabrik mengandung polutan seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan hidrokarbon. Ketika polutan tersebut menguap ke udara dan bercampur dengan uap air, maka akan berubah menjadi asam dan kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai hujan asam.

Endapan kering yang terbentuk dari hujan asam dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia seperti masalah pernapasan, sakit kepala, iritasi hidung dan mata. Selain itu, air keran yang terkontaminasi asam dapat merusak otak. Tingkat asam yang intensif dapat menimbulkan masalah kesehatan pada jantung dan paru-paru seperti asma dan bronkitis, hingga kanker.

Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan yang terhirup dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan seperti asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan dapat menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar bencana.

Akibatnya, penduduk yang tinggal di wilayah tersebut lebih berisiko mengalami masalah kesehatan jangka panjang karena kualitas udara yang buruk di antaranya penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan, dan peningkatan tekanan darah. Beberapa penelitian juga menemukan adanya peningkatan risiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.

Copyright by Pixabay
Asap Kendaraan Bermotor

Asap kendaraan bermotor mengandung sulfur dioksida yang dapat membahayakan sistem pernapasan dan fungsi paru-paru. Sulfur dioksida yang menguap dan bercampur dengan air akan membentuk asam sulfat sebagai komponen utama hujan asam. Sebagaimana diketahui, hujan asam juga berdampak buruk terhadap kesehatan.

Senyawa lain yang terkandung dalam asap kendaraan juga seperti benzena, arsenik, dan formaldehyde yang memiliki sifat karsinogenik sehingga meningkatkan risiko kanker. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan asap kendaraan bermotor memiliki kaitan dengan penyakit otak dan saraf seperti stroke dan demensia.

Hingga tahun 2021, data WHO menunjukan belum ada satu negara pun yang berhasil memenuhi standar kualitas udara WHO. Hampir seluruh populasi global menghirup udara yang melebihi standar aman WHO akibat penyebab yang sudah dipaparkan. Oleh karena itu, diperlukan aksi strategis global termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi penyebab polusi udara guna melindungi kesehatan bersama.

Penting untuk masyarakat mendapatkan informasi penyebab utama polusi udara sehingga semua dapat berperan dan berkontribusi untuk menanggulanginya.

Bagaimana dampak kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara ini?

Dihubungi terpisah, dr Erlang Samoedro, SpP dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyatakan kualitas udara yang buruk meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Yang meningkat ketika udara bertambah buruk penyakit ISPA karena peradangan saluran napas oleh polusi,” ujarnya pada detikcom, Selasa (19/7/2022).

“Untuk mengurangi risiko udara kotor bisa menggunakan air purifier di dalam ruangan sedangkan kalau udara di luar kotor selalu gunakan masker,” pungkasnya.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

× How can I help you?