Beberapa Hal yang Bisa Meminimalisir Pemanasan Global

Beberapa Hal yang Bisa Meminimalisir Pemanasan Global

Tridinamika.com - 05/09/2022, 13:10 WIB

Tridinamika.com – Pemanasan global membuat masalah besar terhadap lingkungan. Masalah ini telah menjadi masalah bagi semua penduduk bumi di belahan bumi manapun. Pemanasan global semakin parah ditambah karena kurangnya kesadaran diri masyarakat dalam menjaga lingkungan. Tetapi terlepas dari itu semua, sebagai penduduk bumi kita harus meminimalisir kondisi pemanasan global yang semakin parah serta dampak – dampaknya.

Perubahan iklim dan cuaca ekstrim pada saat ini merupakan permasalahan yang melanda berbagai negara di belahan dunia manapun. Perubahan ini diakibatkan oleh pemanasan global yang sampai saat ini semakin parah. Pemanasan global mengakibatkan salju di bagian utara bumi mencair, naiknya debit air laut yang akan bisa berdampak pada beberapa dataran rendah, serta hal hal lain yang ikut juga terdampak. Di Tanar Air, pemanasan global juga mengakibatkan beberapa dampak lingkungan. Seperti yang kita ketahui, bahwa di Indonesia terdapat pegunungan dengan salju abadi, Puncak Jaya Wijaya. Semenjak pemanasan global ini semakin parah, salju abadi di Jaya Wijaya semakin lama semakin cair dan hilang. Semua itu karena kondisi panas bumi yang meningkat.

Di bagian bumi utara, tepatnya di wilayah Antartika terdapat Gletser Thwaites yang telah kehilangan 595 miliar ton es karena mencair. Mencairnya gletser lagi – lagi disebabkan oleh meningkatnya suhu panas bumi. Mencairnya Gletser Thwaites berkontribusi atas naiknya debit permukaan air laut sampai dengan 4 persen. Terlepas dari pada itu, kita sebagai manusia wajib untuk menjaga lingkungan ditengah meningkatnya pemanasan global di beberapa wilayah. Akan lebih baik apabila kita memulai meminimalisir dari diri kita sendiri. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir kenaikan pemanasan global tersebut.

 

Gunakan Transportasi Umum

Salah satu cara untuk meminimalisir pemanasan global adalah dengan membiasakan diri menggunakan transportasi umum. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dapat mengurangi juga kadar gas karbon dioksida dan karbon monoksida di atmosfer. Dengan rendahnya kadar gas berbahaya di atmosfer, maka kualitas udara akan menjadi lebih bersih dan sejuk.

Mematikan Perangkat Elektronik yang Tidak Terpakai

Cara selanjutnya untuk meminimalisir pemanasan global adalah dengan menggunakan barang elektronik sesuai dengan kebutuhan dan mematikan perangkat elektronik apabila telah selesai digunakan. Beberapa perangkat elektronik saat ini telah mempunyai fitur standby agar proses awal pemakaiannya bisa lebih cepat, tetapi sayangnya fitur ini pun juga masih banyak memakan energi. Sehingga lebih baik tetap mematikan power off pada perangkat elektronik tersebut.

Mengurangi Penggunaan Kertas dan Tisu

Penggunaan kertas dan tisu untuk kehidupan sehari – hari sangatlah tinggi. Keperluan administrasi, keperluan untuk rumah tangga, dan kebutuhan – kebutuhan lainnya. Kertas dan tisu diproduksi dari kayu pohon. Apabila semakin banyak produksi kertas dan tisu maka semakin banyak juga pohon – pohon yang ditebang. Padahal keberadaan pohon – pohon tersebut sangatlah penting dalam menghasilkan oksigen dan mengurangi suhu panas bumi akibat pemanasan global.

Reboisasi atau Menanam Pohon

Reboisasi merupakan penanaman pohon kembali demi memfungsikan hutan kembali ke fungsi aslinya. Terlindungnya hutan mempunyai fungsi sebagai penyimpan cadangan air, sebagai penyeimbang kualitas udara dan untuk menghindari bencana alam. Menanam pohon di halaman rumah juga salah satu bentuk untuk mengurangi emisi gas karbon. Dengan hal itu, kita bisa meminimalisir kondisi pemanasan global yang semakin hari semakin tinggi.

Mengurangi Penggunaan Alat yang Mengandung CFC

CFC ( cloro four carbon ) adalah senyawa yang mengandung atom karbon dengan klorin dan flourin yang terikat. CFC biasanya dihasilkan dari pendingin udara. Seperti yang kita ketahui, CFC pada pendingin udara berkontribusi sampai 20 persen pada efek rumah kaca. CFC yang terbuang ke udara dapat menyebabkan kerusakan ozon yang melindungi bumi dari sinar ultraviolet. Dengan rusaknya ozon, maka menyebabkan lubang ozon yang tidak bisa menahan sinar ultraviolet. Sebabnya bumi akan langsung terpapar sinar ultraviolet dan menyebabkan panas bumi akan meningkat.

Kesadaran Diri Terhadap Pemanasan Global

Kesadaran diri dan ikut berkontribusi untuk meminimalisir dampak pemanasan global sangatlah penting. Sebagai manusia penghuni bumi, kita harus menyadari bahwa kondisi bumi semakin hari semakin memburuk. Kondisi lingkungan yang semakin buruk ini harus diperhatikan bersama. Kualitas udara yang semakin memburuk, hawa panas yang dirasakan semakin meningkat, perubahan cuaca yang cepat dan ekstrim, iklim yang tidak sesuai dengan masa periodenya, beberapa bencana alam yang muncul merupakan tugas kita bersama untuk meminimalisirnya. Berani untuk menyuarakan dan memberikan edukasi tentang bagaimana pemanasan global ini semakin memperburuk kondisi bumi.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

Ketahui Apa itu Cacar Monyet, Gejalanya, serta Cara Mencegahnya

Ketahui Apa itu Cacar Monyet, Gejalanya, serta Cara Mencegahnya

Tridinamika.com - 02/09/2022, 12:00 WIB

Tridinamika.com – Setelah wabah pandemi covid-19 selama dua tahun akhirnya menunjukkan tren menurun, kembali muncul wabah cacar monyet atau monkeypox di berbagai negara. Tentunya ini tidak bisa dipandang sebelah mata untuk setiap orang. Wabah ini menyebar dengan cepat di berbagai negara. Ditemukan beberapa kasus pada 2019 di negara Singapura menandakan virus ini tidak hanya menyebar di wilayah Afrika saja.

Tren menurunnya angka covid-19 membuat harapan setiap orang bahwa pandemi akan segera berlalu dan bisa kembali normal seperti sedia kala. Kelonggaran yang sekarang telah diberikan oleh masing – masing pemangku kebijakan berbagai negara, menandakan bahwa hampir berlalunya masa pandemi kemarin yang merubah tatanan kegiatan setiap orang selama 2 tahun lebih lamanya. Namun ditengah – tengah tren ini, WHO menerima laporan bahwa adanya kemunculan penyakit Cacar Monyet ( Monkeypox ) dari beberapa negara.

Hal ini tentunya membuat pemangku kebijakan kesehatan setiap negara kembali harus waspada. Banyak orang yang pasti akan cemas dengan kedatangan wabah baru ini setelah sekian lama berhadapan dengan wabah virus Covid-19. Namun, apa itu penyakit cacar monyet? Bagaimana gejala yang ditimbulkan? Dan bagaimana cara mencegahnya?

Apa itu cacar monyet?

Cacar monyet adalah suatu penyakit yang berasal dari virus yang bernama Orthopoxvirus yang ditularkan dari hewan kepada manusia. Terdapat dua kelompok virus, pertama berasal dari negara Afrika bagian tengah dan kedua dari negara Afrika bagian barat dan telah menyebar ke daerah – daerah lain. Bahkan saat ini sudah menjadi pandemi di beberapa negara. Kelompok virus yang berasal dari Kongo disebut – sebut yang paling parah dan yang paling menular.

Penularan virus ini dari hewan ke manusia biasanya melalui sentuhan kulit, luka, atau darah hewan. Selain itu, diyakini penularan ke manusia juga bisa melalui makanan, seperti daging yang kurang matang.

Sebenarnya penyakit ini pertama kali muncul pada tahun 1970
di Kongo pada bayi laki – laki umur 9 bulan. Semenjak itu, cacar monyet ini
menyebar luas terutama ke negara Nigeria. Kasus cacar monyet diluar Afrika
dilaporkan pada tahun 2003 di Amerika Serikat yang menyebabkan lebih dari 70
kasus infeksi. Pada tahun 2018, dilaporkan kembali telah menyebar ke Israel dan
Inggris. Kemudian pada tahun 2019 dikonfirmasi telah menyebar di Singapura.
Namun pada tahun 2022 ditemukan telah menyebar ke 12 negara secara bersamaan.
Maka saat ini virus cacar monyet tidak lagi di Afrika saja tetapi telah
menyebar ke seluruh negara.

Seperti apa gejala cacar monyet?

Biasanya orang yang terinfeksi virus ini akan mengalami masa inkubasi virus selama selama 5 sampai dengan 21 hari. Setelah muncul gejala, dapat dikelompokan menjadi 2 fase.

Fase pertama

Fase ini biasanya pada hari pertama sampai hari kelima, yang dirasakan antara lain.

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Kelenjar getah bening membengkak ( limfadenopati )
  4. Nyeri punggung
  5. Nyeri otot
  6. Lemas

Fase Kedua

Fase ini biasanya terjadi satu sampai tiga hari setelah munculnya demam. Pada fase ini akan muncul lesi – lesi air yang terkonsentrasi pada wajah, tangan, dan kaki. Selain itu, lesi ini bisa juga muncul pada mulut, bagian mata, ataupun alat genital. Setelah itu, lesi ini akan pecah, mengering, dan mengelupas. Ada ditemukan juga tanpa kemunculan lesi air tetapi ruam merah pada kulit. Penyakit ini belum ada obatnya sampai saat ini tetapi akan sembuh dengan sendirinya dua sampai empat minggu. Pasien tetap harus berhati – hati dan selalu berkonsultasi dengan dokter.

Bagaimana cara mencegahnya?

Ada beberapa hal yang harus diketahui untuk mencegah infeksi virus cacar air, diantaranya :

  1. Menjaga protokol kesehatan 5M
    Menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas untuk mencegah penularan virus.
  2. Hindari kontak dengan pasien
    Meminimalisir dan menghindari bersentuhan dengan pasien yang terinfeksi.
  3. Tidak berbagi barang – barang pribadi
    Memisahkan segala barang – barang pribadi pasien dan mengisolasikan diri guna mencegah penularan cacar monyet lebih luas lagi.
  4. Menghindari kontak dengan hewan liar
    Cacar monyet menyebar tidak hanya dari manusia ke manusia tetapi bisa dari hewan ke manusia. Maka dari itu hindari sentuhan langsung dengan hewan yang mempunyai indikasi terinfeksi virus.
  5. Memasak makanan daging dengan matang
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menghimbau agar memasak daging dengan benar dan matang agar virus yang ada di daging cepat mati.
  6. Menjaga daya tahan tubuh
    Sudah selayaknya sebagai manusia kita harus memenuhi kebutuhan vitamin dalam diri untuk meningkatnan daya tahan tubuh dan menjaga tubuh agar tetap bugar.
Editor: Farhan

Baca berikutnya

Alat Kesehatan yang Harus Dimiliki di Rumah

Alat kesehatan yang harus dimiliki di rumah

Tridinamika.com - 31/08/2022, 14:00 WIB

Tridinamika.com – Saat masa pandemi covid-19, menjaga kesehatan merupakan sebuah hal penting yang dilakukan oleh setiap orang. Kesehatan harus selalu dipantau agar terhindari dari virus. Selain dengan obat – obatan dari dokter, setiap orang disarankan untuk memiliki alat kesehatan mandiri untuk memantau kondisi fisik.

Selama pandemi Covid-19, menjaga sekaligus memantau kesehatan termasuk hal penting yang pantang diabaikan. Selain periksa kesehatan secara berkala di layanan kesehatan, setiap keluarga juga disarankan memiliki alat kesehatan mandiri untuk memantau kondisi fisik. Terlebih bagi keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan masalah pernapasan. 

Dengan dukungan alat kesehatan di rumah, kita bisa mencegah masalah kesehatan yang tidak terdeteksi. Selain itu, laporan pemantauan dari alat kesehatan mandiri di rumah bisa memberikan gambaran kondisi kesehatan ketika konsultasi ke dokter. Berikut ini merupakan alat kesehatan yang disarankan untuk dimiliki mandiri dirumah serta fungsinya.

1. Alat Tensi Tekanan Darah

Dilansir Healthcare Insights, tensimeter atau alat untuk mengukur tekanan darah penting untuk mengetahui kadar tensi. Terutama bagi penderita hipertensi, tekanan darah rendah, penyakit jantung, atau stroke. Dengan alat ini, Anda bisa memantau apakah obat yang diminum sudah tepat dan bisa jadi bekal pelacakan status kesehatan. Tensimeter terdapat beberapa jenis, ada yang manual dan ada yang digital. Digital relatif praktis untuk digunakan.

2. Pulse Oxymeter Pengukur Kadar Oksigen dalam Darah

Pulse oximeter adalah alat untuk mengecek kadar saturasi oksigen di dalam darah. Alat ini penting di masa pandemi Covid-19 karena bisa mengecek tingkat oksigen di dalam darah dan detak jantung. Selain untuk berjaga di saat pandemi virus corona, pulse oximeter juga merupakan alat kesehatan mandiri penting untuk penderita asma, penyakit paru obstruktif kronik, dan gangguan pernapasan lainnya. Cara menggunakan alat ini cukup mudah. Setelah menempatkan jari pada pulse oxymeter selama beberapa detik, alat akan menunjukkan besarnya kadar oksigen di dalam darah. Pada normalnya, kadar oksigen dalam darah besarnya antara 95-100 persen. Waspada jika kadar oksigen kurang dari 92 persen. Kondisi ini bisa jadi tanda kekurangan oksigen di jaringan tubuh dan rentan membahayakan organ vital.

3. Glukometer untuk Cek Kadar Gula Darah

Dilansir dari The Prepared, alat cek gula darah atau glukometer penting untuk memantau naik turunnya kadar gula darah. Terutama bagi penderita diabetes, obesitas, dan penyakit kronis. Alat cek gula darah ada yang berbentuk digital dan mudah digunakan. Anda tinggal mengambil sampel darah dari jari, lalu sampel darah tersebut ditempatkan pada strip tes, dan masukkan strip tes ke glukometer. Hal yang perlu diperhatikan, strip tes glukometer biasanya memiliki masa kedaluwarsa, biasanya satu sampai dua tahun. Apabila masa pakainya sudah lebih dari dua tahun, strip tes ini bisa kurang akurat. Pastikan Anda memilih strip tes yang memiliki masa kedaluwarsa atau tandai penggunaannya secara mandiri.

4. Termometer untuk Mengukur Suhu Tubuh

Termometer adalah alat kesehatan wajib yang perlu dimiliki di setiap rumah. Fungsi alat ini untuk memantau suhu tubuh apakah seseorang dalam kondisi demam atau tidak. Termometer menjadi alat penting di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, demam merupakan salah satu gejala orang terinfeksi suatu penyakit, utamanya infeksi virus corona. Selain itu, termometer juga dibutuhkan oleh keluarga yang memiliki bayi, anak kecil, serta ibu hamil. Begitu hasil pengukuran mulai menunjukkan angka tidak normal, sebisa mungkin mencatat hasilnya dan gunakan hasil deteksi mandiri tersebut saat konsultasi ke dokter. Dengan begitu, tenaga kesehatan profesional bisa memiliki gambaran kesehatan yang utuh dan diagnosanya bisa lebih tepat. Terdapat beberapa jenis termometer, yakni yang menggunakan air raksa dan jenis digital yang relatif lebih mudah digunakan. PT. Tridinamika menyediakan beberapa tipe termometer digital kesehatan dari berbagai merk, seperti Uni-T, MSL, serta Otranim dengan harga terbaik. Termometer tersebut bisa dibeli di Marketplace Tokopedia di link ini maupun Marketplace Shopee di link ini.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

Penyebab Rumah Menjadi Lembap

penyebab mengapa rumah menjadi lembap

Tridinamika.com - 31/08/2022, 15:00 WIB

Copyright by Pixabay

Tridinamika.com – Hunian yang sehat seharusnya tidak terlalu lembap atau terlalu kering. Menurut Energy Star, kelembaban relatif dalam ruangan yang ideal harus antara 30 dan 50 persen – apa pun yang lebih tinggi dari 50 persen dianggap tinggi.

Tingkat kelembaban yang tinggi dan berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan masalah kesehatan, serta bisa menjadi penyebab kerusakan perabotan rumah tangga. Kelembapan yang berlebihan dapat menyebabkan pengembunan pada jendela, tangki toilet, dan pipa. Kelembaban terjadi ketika udara hangat dan lembab bersentuhan dengan permukaan dingin, dan uap di udara berubah menjadi air cair.

Jejak uap air dapat menyebar ke langit-langit dan dinding, menyebabkan perubahan warna dan pertumbuhan jamur. Cat yang mengelupas dan papan lantai yang berderit atau tertekuk juga bisa menjadi tanda kelembapan yang berlebihan. Kelembaban yang tinggi disebabkan oleh banyak faktor diantaranya, iklim, aktivitas sehari-hari, dan ventilasi yang buruk.

Apa penyebab udara lembap di dalam rumah?

1. Iklim

Dilansir dari Bob Vila, iklim dapat berkontribusi pada kelembaban tinggi di dalam rumah. Jika di luar sangat lembab, kemungkinan besar akan lembab di dalam rumah. Perubahan musim dan suhu dapat menjadi faktor signifikan untuk meningkatkan tingkat kelembaban dalam ruangan. Kegiatan sehari – hari seperti memasak, mencuci, dan mandi dapat berkontribusi pada tingkat kelembapan. Tingkat kelembapan juga dapat dipengaruhi oleh aktivitas sederhana yang kamu lakukan setiap hari, seperti memasak dan mandi air panas di kamar mandi. Untuk itu, jagalah udara di area dapur dan kamar mandi tetap mengalir dengan memberikan ventilasi yang baik. 

2. Kebocoran Pipa

Kebocoran pipa interior dari kamar mandi atau wastafel dapur dapat menyebabkan peningkatan kelembaban di udara. Penting untuk sering memeriksa pipa dari keretakan dan korosi. Jika menemukan kebocoran pada tahap awal kerusakan air, bau apek, dan potensi pertumbuhan jamur bisa diminmalisir. Sayangnya tak semua kebocoran mudah ditemukan. Untuk itu, jika kamu menemukan perubahan warna dinding, cat atau wallpaper menggelegak, suara menetes, atau bau apek, segera cek pipa yang ada di sekitarnya.

3. Kelembapan dari Tanah

Kelembaban bisa naik melalui tanah di bawah pondasi rumah. Ini disebut naiknya kelembapan, dan perataan yang tidak efektif dapat menjadi faktor penting karena air tanah dan hujan dapat menumpuk di fondasi rumah. Ruang bawah tanah bisa lembap karena seringkali terisolasi dengan buruk dan tidak memiliki jendela, dan ini dapat menambah masalah. Jika kamu tinggal di iklim dengan curah hujan yang berlebihan, pastikan bahwa selokan dan saluran pembuangan bekerja dengan benar dan air hujan diarahkan jauh dari rumah dapat mencegah kelembapan. 

4. Sistem Ventilasi yang Buruk

Ventilasi yang memadai dapat membantu mengontrol tingkat kelembaban rumah, memengaruhi kesehatan dan integritas struktural rumah. Jika ada tingkat kelembaban tinggi di rumah, ventilasi yang buruk bisa menjadi penyebabnya. Ventilasi yang kurang bisa menimbulkan masalah kesehatan (kelembaban tinggi di dalam ruangan dapat menyebabkan masalah pernapasan).

bagaimana cara mengatasi kelembapan udara di dalam rumah ?

Ada banyak cara dalam mengatasi kelembapan udara di dalam rumah yang tinggi, antara lain dengan air dehumidifier. Air dehumidifier dapat ditempatkan pada tempat atau ruangan yang memiliki kelembapan berlebih, seperti dapur, ruang keluarga, maupun ruang cuci. Banyak tipe air dehumidifier di pasaran yang menawarkan berbagai macam fitur untuk mengurangi kelembapan udara yang berlebihan di dalam rumah. Salah satu brand air dehumidifier yang dapat digunakan adalah Trotec TTK 90E. Trotec TTK 90E merupakan air dehumidifier yang telah teruji kualitasnya. 

Air dehumidifier ini dapat membantu mengurangi kelembapan di dalam ruangan sampai dengan ruangan berukuran 90 meter persegi, memiliki 2 fan, serta dapat menarik kelembapan hingga 30L/hari. Trotec TTK 90E juga memiliki penampungan air sampai dengan 5,2L yang terbesar di kelasnya dan memiliki filter udara yang bisa di bersihkan untuk digunakan kembali. PT. Tridinamika merupakan salah satu distributor Trotec TTK 90E yang menjual produk ini dengan harga terbaik. Produk ini bisa dibeli melalui WA Sales kami di 0813-8794-7428 atau melalui Tokopedia pada link ini.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

Polusi Udara di Jakarta Justru Paling Parah di Pagi Hari

Polusi Udara di Jakarta Justru Pagi Hari

Tridinamika.com - 31/08/2022, 15:00 WIB

Ilustrasi Polusi Udara, Copyright by Pixabay

Tridinamika.com – Hasil riset salah satu lembaga pemerhati udara, Nafas Indonesia, sepanjang 2022 menyatakan sebanyak 75 persen warga Jabodetabek menganggap udara pagi lebih baik dibandingkan waktu lain.

Mengapa polusi di Jakarta justru ada di pagi hari ?

Biasanya udara pagi terasa segar dan dipilih oleh banyak warga menjadi waktu yang tepat untuk berolahraga. Namun, berdasarkan riset data lembaga Nafas Indonesia, daerah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi justru mencatat tingkat polusi udara yang tinggi dibandingkan pada siang atau sore. Hasil riset Nafas Indonesia sepanjang 2022 juga menyatakan sebanyak 75 persen warga Jabodetabek menganggap udara pagi lebih baik dibandingkan waktu lain.

“Polusi udara paling tinggi bisa di pagi hari, kaitannya dengan atmosfer juga. Ini sesuatu yang terjadi di semua kota urban, bukan cuma di Jakarta,” kata Co-founder Nafas Indonesia Piotr Jakubowski dalam sebuah kelas jurnalis yang digelar di Jakarta, Selasa (19/7/2022).

“Kita bukan ingin menyuruh orang berhenti melakukan gaya hidup sehat, justru data ini agar orang memahami pentingnya kualitas udara sehingga dia bisa memilih kapan waktu terbaik berolahraga,” sambungnya.

Menurut data Nafas Indonesia, waktu yang ideal untuk melakukan olahraga mulai pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Karena kualitas udara mengalami perbaikan mulai jam 11 siang hingga mengalami puncaknya di jam 3 sore.

Di bulan Juni 2022 kualitas udara DKI Jakarta selama satu bulan penuh selalu dalam kualitas buruk dengan kadar PM 2.5 melebihi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Polusi PM 2.5 di bulan Juni juga paling tinggi terjadi di pagi hari.

Bahkan pada Senin pagi (18/7), menurut pantauan IQ Air, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat karena pada Particulate Matter (PM) 2.5 berada pada angka 111.5 mikrogram per meter kubik atau 22,3 kali standar WHO.

Apa penyebabnya ?

Aktifitas Rumah Tangga

Penggunaan cat dinding dan produk rumah tangga lainnya juga berpotensi menyebabkan polusi udara. Produk cat dinding mengandung volatile organic compounds (VOC) yang dapat membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak dan orang yang menderita asma atau alergi. Tingginya VOC dalam jangka waktu yang panjang akan menimbulkan masalah pada paru-paru.

Limbah Asap Pabrik
Copyright by Pixabay

Asap dari pembakaran hasil aktivitas industri menimbulkan polusi udara di luar ruang yang akan membahayakan kesehatan. Asap dari aktivitas industri yang keluar dari pabrik mengandung polutan seperti nitrogen oksida, sulfur dioksida, dan hidrokarbon. Ketika polutan tersebut menguap ke udara dan bercampur dengan uap air, maka akan berubah menjadi asam dan kemudian jatuh kembali ke bumi sebagai hujan asam.

Endapan kering yang terbentuk dari hujan asam dapat berdampak buruk terhadap kesehatan manusia seperti masalah pernapasan, sakit kepala, iritasi hidung dan mata. Selain itu, air keran yang terkontaminasi asam dapat merusak otak. Tingkat asam yang intensif dapat menimbulkan masalah kesehatan pada jantung dan paru-paru seperti asma dan bronkitis, hingga kanker.

Kebakaran Hutan

Asap kebakaran hutan yang terhirup dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan serius pada sistem pernapasan seperti asma, bronkitis, pneumonia, serta penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Campuran gas, zat kimia, partikel debu, dan bahan-bahan lain pada asap kebakaran hutan dapat menurunkan kualitas udara di wilayah sekitar bencana.

Akibatnya, penduduk yang tinggal di wilayah tersebut lebih berisiko mengalami masalah kesehatan jangka panjang karena kualitas udara yang buruk di antaranya penyakit ginjal, diabetes, masalah kesuburan, dan peningkatan tekanan darah. Beberapa penelitian juga menemukan adanya peningkatan risiko gangguan saraf seperti penyakit Alzheimer.

Copyright by Pixabay
Asap Kendaraan Bermotor

Asap kendaraan bermotor mengandung sulfur dioksida yang dapat membahayakan sistem pernapasan dan fungsi paru-paru. Sulfur dioksida yang menguap dan bercampur dengan air akan membentuk asam sulfat sebagai komponen utama hujan asam. Sebagaimana diketahui, hujan asam juga berdampak buruk terhadap kesehatan.

Senyawa lain yang terkandung dalam asap kendaraan juga seperti benzena, arsenik, dan formaldehyde yang memiliki sifat karsinogenik sehingga meningkatkan risiko kanker. Selain itu, beberapa penelitian menyebutkan asap kendaraan bermotor memiliki kaitan dengan penyakit otak dan saraf seperti stroke dan demensia.

Hingga tahun 2021, data WHO menunjukan belum ada satu negara pun yang berhasil memenuhi standar kualitas udara WHO. Hampir seluruh populasi global menghirup udara yang melebihi standar aman WHO akibat penyebab yang sudah dipaparkan. Oleh karena itu, diperlukan aksi strategis global termasuk perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi penyebab polusi udara guna melindungi kesehatan bersama.

Penting untuk masyarakat mendapatkan informasi penyebab utama polusi udara sehingga semua dapat berperan dan berkontribusi untuk menanggulanginya.

Bagaimana dampak kesehatan yang disebabkan oleh polusi udara ini?

Dihubungi terpisah, dr Erlang Samoedro, SpP dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menyatakan kualitas udara yang buruk meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

“Yang meningkat ketika udara bertambah buruk penyakit ISPA karena peradangan saluran napas oleh polusi,” ujarnya pada detikcom, Selasa (19/7/2022).

“Untuk mengurangi risiko udara kotor bisa menggunakan air purifier di dalam ruangan sedangkan kalau udara di luar kotor selalu gunakan masker,” pungkasnya.

Editor: Farhan

Baca berikutnya

× How can I help you?